|
Orang orang tua di desaku dulu sering menghubungkan kelahiran seorang anak dengan suatu peristiwa tertentu yang amat penting, misalnya kelahiran anaknya dikenang dengan saat terjadinya banjir, musin rampok, paceklik, geger/perang. Itulah sebabnya mengapa orangtua-saya tidak tahu persis kapan tahun, tanggal dan bulan kelahiran saya. Dulu Ketika di SD, saya dilahirkan bulan Januari, Waktu SMP kemudian berubah menjadi bulan mei dan saya jadi lebih muda 4 bulan. Setelah ada program pemutihan/pembuatan akte kenal lahir, barulah orang tua saya menuliskan 07 juli 1970. Tanggal inilah yang saya gunakan untuk menikah, masuk perguruan tinggi dan mencari kerja.
Ketika saya bertanya, mereka hanya dapat mengingat-ingat kembali bahwa saya dilahirkan satu bulan sebelum ksepupu saya dilahirkan. Sepupu saya dilahirkan 1 minggu setelah banjir besar dikampung yang menyebabkan seluruh hasil kebun habis sebelum dipanen. Atau saya dilahirkan 2 hari setelah paman saya dikeluarkan dari sel karena tidak memberi hormat kepada tentara saat berpapasan dijalan. Maklumlah, orang tua dulu tidak pernah mencatat tanggal kelahiran anaknya, apalagi mendaftarkan kekantor pencatatan kelahiran.
Dari cerita ibu saya maka dapat saya simpulkan bahwa saya dilahirkan sepanjang bulan januari sampai dengan desember, dan tidak dibulan agustus atau ramadhan. Happy Birthday to you, sepertinya ndak pernah ada dalam agenda hidup saya.
Bulan Depan, Nopember dua anak tersayang saya (Ray dan Nesa) berulang tahun. kendatipun masih kecil dan belum mengerti makna ulang tahun, kami akan merayakan ulang tahun keduanya, tentu dengan kemampuan yang ada pada kami. saya senang karena mereka melewatkan keraguan tentang tgl kehadiran mereka didunia ini.
salam
Ridwansyah
Tags: No tags specified yet.
|